Senin, 20 November 2017

MARLINA SI PEMBUNUH DALAM EMPAT BABAK

Kemarin - kemarin sempat tertarik dengan berbagai promo di media sosial dengan film ini. Film yang katanya mengangkat isu feminisme / perempuan ini dibintangi oleh Marsha Timothy (sebagai Marlina), Egi Fedly, Yoga Pratama, Dea Panendra, dll. Dan akhirnya..... kemarin saya menonton film ini juga di bioskop, karena bagaimana tidak makin penasaran, film ini sudah 'melanglangbuana' ke berbagai negara.

source : longlifemagz
Disutradarai oleh Mouly Surya, film ini menceritakan tentang kisah seorang janda (Marlina) di tanah Sumba yang dirampok oleh sekelompok pria. Marlina berusaha mempertahankan harga dirinya dengan membunuh beberapa dari pria tersebut dengan caranya sendiri. Kisah Marlina ini dibagi dalam empat babak yaitu (kurang lebih) : Perampokan (1), Perjuangan (2), Pengakuan (3), dan Kelahiran (4). Berikut beberapa 'kesan' saya setelah menonton film Marlina :

Rabu, 08 November 2017

KRL BEKASI - TANGERANG SELATAN (TAMAN KOTA 2 BSD)

Hai !

Kali ini saya akan posting pengalaman naik Commuter Line (KRL) dari Bekasi menuju Tangerang tepatnya menuju Taman Kota 2 BSD. Taman ini lokasinya berada di Jalan Letnan Sutopo, Serpong, Ciater, Tangerang Selatan. Kebetulan saya naik KRL dari Stasiun Cakung (bukan dari Bekasi), karena memang rumah saya lebih dekat ke stasiun Cakung sebenarnya hehe. Berikut rute baru KRL setelah dibuka jalur KRL Cikarang :

sumber : GO GIRL

Dari Stasiun Cakung, saya membeli tiket seharga Rp. 15.000,- (tiket Rp. 5.000,- dan jaminan Rp. 10.000,-). Menuju Taman Kota 2 BSD, stasiun terdekat adalah jurusan Rawa Buntu (setelah browsing - browsing di Google). Jadi, saya nanti akan berhenti di Stasiun Rawa Buntu yah. Dari Cakung saya menuju Manggarai, dan disana saya bertanya kepada petugas jurusan ke Tanah Abang. Ternyata di Stasiun Tanah Abang terdapat eskalator untuk mempermudah para penumpang pindah kereta (saya baru tahu hehe). Nah dari Tanah Abang naiklah saya ke KRL yang akan melewati dan berhenti di Rawa Buntu.

Senin, 06 November 2017

ANTRI DI RS MATA CICENDO BANDUNG

Kali ini saya akan memberikan beberapa informasi terkait sistem antrian dan lain - lain berdasarkan pengalaman saya yang pernah menjadi pasien di RSM Cicendo. Terakhir kali saya ke RS Cicendo untuk kontrol itu sekitar bulan Agustus 2017, jadi kalau misalkan terdapat informasi yang ternyata sekarang sudah berubah, saya mohon maaf sebelumnya (saya hanya seorang pasien hehe).

1. Antri di Vitreoretina

   Karena pernah menjadi pasien poli retina, jadi saya sedikit share yah antrian disini bagaimana. Yang pasti antriannya banyak karena pasiennya juga banyak. Poli ini juga bisa menjadi 'jembatan' sebelum dikirim ke poli - poli lain. Biasanya kalau sudah diketahui kenapa dan bisa ditangani lebih khusus, pasien akan dikirim ke poli lain (misalnya poli glaukoma). Setelah kamu selesai dengan antrian di lantai bawah, buku / map berwarna orange (riwayat penyakit kamu) akan dibawa oleh petugas ke poli retina. Ketika di poli retina sih kamu kamu tinggal duduk cantik aja nunggu nama kamu dipanggil (itu juga kalau kebagian tempat duduk ya hehe). Setelah nama kamu dipanggil, kamu akan langsung di 'tes' penglihatan oleh petugas (jadi ketahuan kamu ada minus atau plus dll), lalu mata kamu akan ditetesi cairan (saya lupa namanya) yang perih dan efek sampingnya pandangan mata kamu agak buram. Semakin buram maka semakin mempermudah dokter melihat retina kamu, jadi proses ini untuk memudahkan dokter melakukan pemeriksaan retina.

Setelah ditetesi, kamu disuruh untuk duduk lagi dan menunggu dipanggil untuk dilakukan oleh pemeriksaan dokter di kamar 3 (kamar gelap tempat pemeriksaan pasien). Terkadang ketika dipanggil dan mata kamu dilihat lagi petugas, kalau belum lebar (pokoknya belum memenuhi kualifikasi untuk diperiksa) kamu akan ditetes lagi dan disuruh duduk lagi dan menunggu. Saya pernah sampai 3-4 kali tetes. Ada yang sampai 7 kali loh, intinya sabar aja dan setelah ditetes jangan buka mata, pokoknya sebisa mungkin merem aja ya.

Setelah didiagnosa mungkin kamu bisa dirujuk ke poli lain atau ada tindakan lain atau bisa juga selesai dan dokter hanya memberi resep obat yang kamu bisa ambil di apotek (apotek BPJS di lantai 1, apotek asuransi lain di lantai 3).

2. Antri di EED (Infeksi & Immunologi)

    Sebenarnya kurang lebih sama kok mengantri di EED atau di Vitreoretina ya sama saja. Hanya saja pasien tidak ditetesi cairan seperti di poli retina. Ada sih yang ditetesi tetapi gak semua pasien, hanya pasien tertentu saja. Dan di EED ini kamu diperiksa cukup duduk saja, tidak seperti di kamar 3 retina (harus tidur). Disini juga ada alat pemeriksaan tekanan bola mata. Salah satu ciri tekanan bola mata tinggi itu kamu sering pusing kepala (kepala kayak diikat tali mungkin yah hehe). Nah kalau tekanan bola mata kamu tinggi banget, bisa saja kamu dirujuk ke poli glaukoma untuk diber pengobatan lebih lanjut.